loader image

Tempe Menuju Panggung Dunia: Perjalanan Panjang Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Langkah Resmi Menuju Pengakuan Global

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia secara resmi mendaftarkan tempe sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia ke UNESCO. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam upaya menjaga, melestarikan, dan mempromosikan tempe sebagai identitas budaya bangsa.

Proses ini bukanlah perjalanan singkat. Dibutuhkan riset, dokumentasi, standardisasi, serta kolaborasi berbagai pihak agar tempe diakui tidak hanya sebagai makanan, tetapi juga sebagai warisan budaya yang hidup dan berkelanjutan.

Peran Rumah Tempe Indonesia dalam Standardisasi dan Edukasi

Dalam proses panjang tersebut, Rumah Tempe Indonesia turut mengambil peran strategis, khususnya dalam:

  • Penyempurnaan standar produksi tempe
  • Edukasi proses fermentasi yang higienis dan berkualitas
  • Pelestarian metode tradisional berbasis kearifan lokal
  • Penguatan literasi pangan berbasis tempe

Melalui berbagai program pelatihan, riset, dan pendampingan UMKM, Rumah Tempe Indonesia berkontribusi memastikan bahwa kualitas tempe Indonesia memenuhi standar nasional dan internasional, tanpa meninggalkan nilai budayanya.

Seminar dan Pameran Budaya Tempe

Sebagai bagian dari rangkaian proses penguatan warisan budaya, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia menyelenggarakan Seminar dan Pameran Budaya Tempe yang bertempat di Graha Utama Gedung A Lantai 3.

Acara ini mengangkat tema:

“Tempe: Kearifan Lokal Menjadi Sajian Global”

Tema ini mencerminkan perjalanan tempe dari dapur tradisional masyarakat Indonesia menuju panggung dunia sebagai pangan sehat dan berkelanjutan.

Dihadiri Tokoh Nasional dan Akademisi

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Menteri, Giring Ganesha, yang memberikan dukungan penuh terhadap penguatan budaya pangan lokal.

Hadir pula para narasumber nasional yang kompeten di bidang pangan dan teknologi, yaitu:

  • M. Aman Wirakartakusumah
  • Made Astawan
  • Hardian Eko Nurseto

Diskusi berjalan dinamis, membahas aspek ilmiah, budaya, ekonomi, dan masa depan tempe sebagai pangan strategis nasional.

Dimoderatori oleh CEO Rumah Tempe Indonesia

Seminar ini dimoderatori langsung oleh CEO Rumah Tempe Indonesia, Bela Putra Perdana, yang mengarahkan diskusi secara interaktif dan visioner.

Dalam perannya sebagai moderator, Bela Putra Perdana menekankan pentingnya sinergi antara:

  • Pemerintah
  • Akademisi
  • Pelaku usaha
  • Komunitas perajin tempe

untuk menjaga keberlanjutan tempe sebagai warisan budaya dan sumber ekonomi masyarakat.

Dari Tradisi Lokal Menuju Kebanggaan Dunia

Pendaftaran tempe ke UNESCO bukan sekadar simbol prestise, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab bersama untuk:

  • Melindungi pengetahuan tradisional
  • Menjaga kualitas dan keaslian tempe
  • Mendorong regenerasi perajin
  • Memperluas pasar global

Tempe kini tidak hanya dikenal sebagai makanan rakyat, tetapi juga sebagai representasi nilai gotong royong, inovasi, dan kearifan lokal Indonesia.

Komitmen Rumah Tempe Indonesia ke Depan

Sebagai bagian dari ekosistem tempe nasional, Rumah Tempe Indonesia berkomitmen untuk terus:

  • Mengembangkan riset dan inovasi tempe
  • Memperluas edukasi masyarakat
  • Mendukung UMKM tempe di berbagai daerah
  • Mempromosikan tempe Indonesia ke pasar global

Dengan semangat kolaborasi, tempe Indonesia diharapkan mampu menjadi simbol kekuatan budaya dan ekonomi bangsa di tingkat internasional.

Rumah Tempe Indonesia
Menjaga Warisan, Menguatkan Identitas, Mengantar Tempe ke Dunia.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top